All-Head-Content ( ) Pring Sedapur dari Sidomukti ~ : Menuju Magetan Kumandang Melalui Blog :

Minggu, 24 Juni 2012

Pring Sedapur dari Sidomukti


Pring Sedapur
Sobat, jika anda pernah berkunjung ke Magetan, oleh-oleh khas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Magetan tentu saja batiknya. Nah, jika Anda pecinta batik, pastikan singgah di sentra pengrajin batik di dusun Papringan desa Sidomukti kecamatan Plaosan. Di sana, ada banyak pengrajin batik, yang tentu dijual dengan bisa kita dijangkau.

terdapat patung seorang ibu yang sedang membatik di pintu masuk perkampungan
Desa Sidomukti ini sobat memang sudah lama terkenal dengan sentra batiknya. Motif khas magetan pring sedapur menjadi motif unggulan batik dari desa Sidomukti ini. Arti dari pring sedapur sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa jawa yaitu pring yang artinya bambu dan sedapur yang artinya serumpun. Desa Sidomukti ini dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari kota Magetan kearah barat daya kota. Menurut salah satu pengrajin batik di Sidomukti, membatik memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam pengerjaan nya. Agar kwalitas batik menjadi baik. Warna dan ukuran batik yang dijual pun beragam ada warna hijau, merah, coklat, dengan ukuran sedang hingga besar. Lalu untuk harga gimana? Untuk harga sobat, batik tulis bermotif serumpun bambu ini rata-rata dijual seharga Rp 65 ribu hingga Rp 300 ribu untuk berbagai jenis kain. Pemasaran batik ini masih untuk pasar lokal, namun ada juga beberapa yang datang dari luar Magetan seperti Lamongan, Surabaya, dan Yogyakarta.
Batik pring sedaur ini sudah digunakan oleh pelajar di kabupaten Magetan, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga pelajar sekolah menengah atas. Tak hanya itu, Pegawai Negeri yang ada di kabupaten Magetan pun juga akan memakai batik pring sedapur ini, hirai yang telah ditentukan. Warna pun menjadi pembeda antara instansi yang menggunakan batik ini. Seperti contoh sekolah dasar yang memakai motif warna merah ataupun sekolah menengah atas yang memakai corak abu-abu.
aktivitas membatik oleh warga Desa Sidomukti
Motif batik pring sedapur ini memang belum dipatenkan sobat. Tetapi walaupun demikian, masyarakat pengrajin batik didesa Sidomukti tetap akan menjaga dan melestarikan peninggalan yang sangat berharga ini. Dan mereka sangat bangga karena batik sudah dipatenkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya asli Indonesia. Di samping itu pula, masyarakat juga sangat berharap agar generasi muda Magetan akan mampu meneruskan warisan ini. Supaya motif batik pring sedapur desa Sidomukti dapat terus bersama kita.

3 komentar:

  1. Wah, bangga nya jadi Masyarakat kota magetan :D
    Kunjung balik ke www.faktakita.com yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus itu sob..
      Kalau tidak kita siapa lagi :D
      semua berawal dari diri kita masing2,
      pora yo ngono??? :D :D

      Hapus
    2. Sippp gan :D
      Ayo bawa Magetan kumandang :D

      Hapus